Jumat, 07 Juni 2013

Membangun aplikasi nilai disertai Login menggunakan program JAVA

halooo...
postingan berikut ini saya akan menjelaskan cara membuat aplikasi nilai disertai dengan login.
cekidottt,,,,

bahan :
1. software Wireless Toolkit 2.5.2
2. Program Java
3. PC

Langkah-Langkah
1. buka software  Wireless Toolkit 2.5.2

2. buat project baru dengan nama login, atur target flatform JTWI, dan configurations CLDC 1.1, klik ok, lalu minimize dulu sofware Wireless Toolkit 2.5.2

3. Tulis program login.Java dibawah ini  pada notepad, lalu simpan di C:\Users\nama user\j2mewtk\2.5.2\apps\login\src

import javax.microedition.midlet.MIDlet;
import javax.microedition.lcdui.*;

Senin, 03 Juni 2013

Membangun aplikasi sms dengan java

Postingan kali ini saya akan berbagi tentang membuat aplikasi sms dengan java.

bahan :
1. software Wireless Toolkit 2.5.2
2. Program Java
3. PC

Langkah-Langkah
1. buka software  Wireless Toolkit 2.5.2

2. buat project baru dengan nama smsMu, atur target flatform JTWI, dan configurations CLDC 1.1, klik ok, lalu minimize dulu sofware Wireless Toolkit 2.5.2

3. Tulis program smsMu.Java dibawah ini  pada notepad, lalu simpan di C:\Users\nama user\j2mewtk\2.5.2\apps\smsMu\src

Membangun Aplikasi Web Browser Menggunakan Java

Pada postingan sebelumnya kita telah membahas aplikasi chatting dengan java.
ok kali ini saya masih membahas tentang aplikasi java yaitu aplikasi web browser.

langsung saja ....

bahan:
-1 pc
-program java
-Koneksi Internet

Langkah-langkah :

Membangun Aplikasi Chatting Menggunakan Java

halo, pada kesempatan kali ini saya akan berbagi tutorial membuat aplikasi chatting dengan menggunakan bahasa pemrograman java.

bahan :
-1 pc server , 1 pc client
-kabel LAN UTP
-program java

Langkah - Langkah

Sabtu, 13 April 2013

Routing OSPF

OSPF (Open Shortest Path First) adalah routing protocol yang secara umum bisa digunakan oleh router lainnya (cisco, juniper, huawei, dll), maksudnya dari keterangan diatas bahwa routing protocol OSPF ini dapat digunakan seluruh router yang ada di dunia ini bukan hanya cisco, tetapi seluruhnya dapat mengadopsi routing protocol OSPF.
OSPF ini termasuk di kategori Link-state routing protocol (sama seperti EIGRP), Link-state routing protocol ini ciri2nya memberikan informasi ke semua router, sehingga setiap router bisa melihat topologinya masing2. Cara updatenya itu secara Triggered update, maksudnya tidak semua informasi yg ada di router akan dikirim seluruhnya ke router2 lainnya, tetapi hanya informasi yang berubah/bertambah/berkurang saja yang akan di kirim ke semua router dalam 1 area, sehingga meng-efektifkan dan meng-efisienkan bandwidth yg ada, lalu convergencenya antar router sangatlah cepat dikarenakan informasi yg berubah/bertambah/berkurang saja yang dikirim ke router2 lainnya. Trus tidak mudah terjadi Routing loops, jika teman2 menggunakan routing protocol OSPF maka dibutuhkan power memory dan proses yang lebih besar, dan OSPF itu susah utk di konfigurasi.
OSPF berdasarkan Open Standard, maksudnya adalah OSPF ini dapat dikembangkan dan diperbaiki oleh vendor2 lainnya.

Hal-hal dasar yang perlu di ketahui ttg Link-state
- Link-state menggunakan hello packet untuk mengetahui keadaan router tetangganya (bukan keseluruhan), apakah masih hidup ataukah sudah mati.
- Menggunakan hello information dan LSAs (Link-state advertisement) yang diterima oleh router lain utk membuat database (topological database) ttg networknya di masing2 router
- Menggunakan algoritma SPF utk mengkalkulasi jarak terpendek utk ke setiap network
- Support CIDR dan VLSM
Hal-hal dasar yang perlu di ketahui ttg OSPFOSPF dalam menentukan Best Path (Jalur terbaiknya) berdasarkan :
- Cost yang berdasarkan speed dari link (bandwidth)
- Speed dari linknya (bandwidth)
- Cost yang paling kecil dari link OSPF
OSPF mempunyai empat tipe dari network :
- Broadcast Multi-access, ini seperti ethernet
- NonBroadcast Multi-access (NBMA), ini seperti penggunaan pada Frame Relay
- Point-to-point networks
- Point-to-multipoint networks
Pada OSPF memiliki 3 table di dalam router :
1. Routing table
2. Adjecency database
3. Topological database
Penjelasan :
1. Routing table
: Routing table biasa juga dipanggil sebagai Forwarding database. Database ini berisi the lowest cost utk mencapai router2/network2 lainnya. Setiap router mempunyai Routing table yang berbeda-beda.
2. Adjecency database : Database ini berisi semua router tetangganya. Setiap router mempunyai Adjecency database yang berbeda-beda.
3. Topological database : Database ini berisi seluruh informasi tentang router yang berada dalam satu networknya/areanya. Dari tadi saya menyebutkan Area, tapi tidak menjelaskan area itu maksdunya bgmn. Klo di dalam EIGRP kita mengenal Internal Route dan External Route (Temen2 bisa baca lagi postingan saya tentang Penjelasan Singkat Tentang EIGRP), nah Area dalam OSPF itu sama maksudnya dengan yg Internal Route dan External Route cmn hanya beda nama saja.

Untuk mengetahui Simulasi Routing OSPF mengunakan paket Tracer silahkan unduh disini


Sumber:
http://ghozali.blogsome.com/2007/06/12/penjelasan-singkat-tentang-ospf/

Jumat, 05 April 2013

Routing dinamis

Pada Postingan Sebelumnya saya sudah menjelaskan tentang routing statis dan dinamis, namun untuk simulasi routing dinamis menggunakan paket tracer akan saya upload pada postingan kali  ini,,,,
untuk mendownload tutorial nya silahkan klik disini :)

Kamis, 28 Maret 2013

Roating Statis

Minggu ini kita akan membahas tentang routing statis...
Pada suatu jaringan, komputer pastinya mempunyai suatu alamat IP. IP tersebut biasanya mengidentifikasikan suatu network tertentu. Dalam suatu network berisikan banyak client. Bila client tersebut ingin terhubung ke client lain, maka network satu dengan yang lain haruslah di kenalkan satu sama lain.
Cara mengenalkan network tersebut dinamakan routing. Konfigurasi ini biasa dilakukan di suatu router.
 Pada dasarnya routing dibagi menjadi 2 jenis. Routing statis dan routing dinamis. 2 jenis routing ini dipakai sesuai kebutuhan dan jenis topologinya.
Pada dasarnya perbedaan routing statis dan routing dinamis adalah cara mengenalkan alamat networknya. Routing dinamis pada prinsipnya hanya mengenalkan network yang berhubungan dengan router yang bersangkutan (kaki-kakinya). Hal ini sangat cocok untuk topologi jaringan lingkup besar (terhubung ke banyak network).  Sedangkan routing statis harus mengenalkan setiap alamat pada setiap network yang ingin dituju. Jadi secara gamblangnya harus tahu semua alamat yang ingin dituju. (cocok untuk topologi jaringan yang simple)
Ok , Kali ini saya akan membuat simulasi dengan paket tracer mengenai routing statis. untuk download tutorial lengkapnya silahkan unduh disini